PAMEKASAN, 23 Agustus 2025– Festival Daul Semadura 2025 sukses digelar dengan meriah oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, setelah sebelumnya sempat mati suri selama beberapa tahun. Kegiatan yang menjadi ajang pelestarian budaya musik tradisional khas Madura ini berhasil menarik perhatian masyarakat luas dan pecinta seni.
Sebanyak 27 peserta dari berbagai wilayah di Madura turut ambil bagian dalam festival yang digelar pada Sabtu malam (23/08). Mereka menampilkan aransemen musik daul dengan nuansa khas masing-masing daerah, menghadirkan pertunjukan yang tidak hanya atraktif tetapi juga sarat makna budaya. Setiap grup menyuguhkan karakteristik unik yang mencerminkan identitas dan nilai-nilai lokal yang kuat.
Festival yang diprakarsai oleh Persatuan Daul Semadura ini dimulai dari area hijau Monumen Arek Lancor dan berakhir di Pendopo Ronggosukowati, Pamekasan. Sejak sebelum waktu salat Maghrib, ribuan penonton sudah memadati rute festival, menunjukkan antusiasme tinggi masyarakat terhadap kebangkitan tradisi lokal ini.
Bupati Pamekasan bersama wakil bupati, jajaran Forkopimda, dan para seniman turut hadir dalam perhelatan tersebut. Dalam sambutannya, Bupati Pamekasan menyampaikan rasa syukur dan bangganya atas terselenggaranya kembali festival musik daul yang sempat vakum.
“Ini adalah momentum yang patut kita banggakan. Setelah sekian lama mati suri, kini musik daul kembali hadir di tengah-tengah masyarakat sebagai simbol kebangkitan budaya lokal,” ujar Bupati dalam pidatonya.
Ia juga menegaskan bahwa festival ini menjadi bagian dari upaya pelestarian budaya untuk generasi muda, sekaligus sebagai bentuk perlawanan terhadap pengaruh budaya negatif yang merusak nilai-nilai sosial. Lebih lanjut, Bupati berkomitmen mendukung pengembangan tiga sektor utama: seni, budaya, dan olahraga, sebagai bagian dari visi-misi “Bangkit Bersama, Pamekasan Maju”.
“Bersainglah secara sehat sesuai dengan kemampuan dan keahlian masing-masing. Jaga silaturahmi, dan jangan pernah merasa minder untuk berkarya. Budaya lokal bisa kita angkat, tidak hanya di tingkat nasional, tapi juga internasional,” tambahnya.
Festival Daul Semadura tahun ini diharapkan menjadi titik balik kebangkitan musik tradisional Madura, sekaligus mempererat tali silaturahmi antar pelaku seni dan masyarakat. Dengan semangat gotong royong dan cinta budaya, Pamekasan diyakini mampu menjadi pusat perkembangan seni tradisional yang membanggakan.
